14 Januari 2011

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :

“Orang-orang yang bersembahyang pada waktunya dan menyempurnakan wudhunya, menyempurnakan (tegak) berdirinya, menyempurnakan khusyu‘nya, ruku‘nya dan sujudnya, maka sembahyang itupun naik (ke langit) dalam keadaan putih dan cemerlang. Sembahyang itupun berkata: “Semoga Allah menjaga dirimu sebagaimana engkau menjaga aku (memperelokkan kelakuan sembahyang itu)”. Tetapi sesiapa yang bersembahyang tidak dalam waktunya yang ditentukan dan tidak pula memperelokkan wudhunya, khusyu‘nya, ruku‘nya dan sujudnya, maka sembahyang itupun naik (ke langit) dalam keadaan hitam legam sambil berkata: “Semoga Allah mensia-siakan dirimu sebagaimana engkau mensia-siakan aku”. Sehinggakan setelah sembahyang itu berada di suatu tempat sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah, lalu iapun dilipatkan sebagaimana dilipatnya baju yang koyak-koyak kemudian dipukulkanlah ke mukanya”.


(Hadis riwayat Al-Thabarani)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan